Rabu, 05 November 2014

Mekanisme #DuetPuisi

Selamat untuk para peserta yang telah terdaftar. Sudah siap berpuisi? Karena sepertinya masih banyak sekali yang bingung akan tata cara permainan, maka akan kami jelaskan kembali mekanismenya, ya.

1.       Pelaksanaan #duetpuisi berlangsung selama 8 hari, antara 07-14 November 2014.
2.      Penulisan puisi dilakukan secara bergantian. Misal hari pertama kamu, hari berikutnya pasanganmu, atau sebaliknya.
3.    Setiap dua hari sekali, kami akan melempar tema. Akan ada 4 tema yang dilempar, yaitu pada tanggal 06, 08, 10, dan 12 November 2014.
a.    Tema yang dilempar pada tanggal 06 November sebagai acuan kalian utnuk menulis puisi di tanggal 07. Begitu seterusnya.
b.    Satu tema untuk dua hari.
c.     Penulisan puisi harus sesuai tema.
4.       Puisi ditulis di blog, lalu link-nya dikirim ke masing-masing moderator. (Persyaratan kirim link puisi lihat pada poin 6).
5.       Batas pengiriman link puisi per harinya ditunggu hingga pukul 17.00 WIB.
6.       Format pengiriman link:
a.   Untuk puisioner lelaki: #DuetPuisi (spasi) Judul (spasi) Link (spasi) untuk @pasanganmu (spasi) cc: @penakecil @DuetPuisi.
b.    Untuk puisioner perempuan: #DuetPuisi (spasi) Judul (spasi) Link (spasi) untuk @pasanganmu (spasi) cc: @_geniuss @DuetPuisi.
7.       Puisi harus saling terkait antara kamu dan pasangan.
8.       Puisi terbaik akan di-post ke blog http://duetpuisi.blogspot.com
9.      Akan ada hadiah bagi yang beruntung. Tetapi penilaian tetap individu. Misal kamu menang, belum tentu juga terhadap pasanganmu.
10.   Pemenang akan dihubungi via e-mail.

Kategori Pemenang:
1.       Konsistensi
2.       Chemistry dengan pasangan
3.       Keaktifan
4.       Kedisiplinan

Segala hal yang belum tercantum akan diatur di kemudian hari sesuai kebutuhan. Untuk hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan ke salah satu moderator, yaitu @penakecil & @_geniuss.


Selamat berpuisi!

Jumat, 31 Oktober 2014

#DuetPuisi 2

#DuetPuisi

Halo, teman-teman pencinta puisi. Rindukah kepada kami? Setelah tahun lalu meramaikan linimasa dengan program menulis ini, kali ini kami datang kembali.

Untuk meramaikan kembali linimasa dengan puisi (meningat banyak sekali isu-isu politik yang santer dikicaukan), juga untuk mengolah kemampuan dalam berpuisi, kami ingin mengajak kalian untuk berkolaborasi puisi, namanya #DuetPuisi. Tujuannya selain yang sudah disebutkan di atas, juga sebagai media untuk belajar menulis puisi. Dan karena permainannya ini berduet (yang diutamakan berlawanan jenis), jadi diharapkan bisa membantu kalian yang jomblo melepas status jomblo kalian itu, minimal dapat teman barulah. :p

Langsung saja ke cara mainnya, ya:
  1. Harus dan wajib banget punya akun twitter, juga blog (wordpress, blogspot, tumblr, dkkllsbst)
  2. Suka menulis puisi.
  3. Wajib mem-follow akun @DuetPuisi.
  4. Harus berpasangan (diutamakan laki-laki dan perempuan).
  5. Jadwal menulis kalian bergantian. Hari pertama kamu, hari berikutnya pasangan duetmu.
  6. Daftarkan diri kalian dengan pasangan, caranya: Lomba (spasi) #DuetPuisi (spasi) @akunmu (spasi) @akunpasanganmu (spasi) cc: @DuetPuisi.
  7. Pendaftaran dimulai Senin, 03 November 2014, ditutup hari Rabu, 05 November 2014 pukul 13.00 WIB.Posting puisimu ke blog, setelah itu mention kami. Formatnya: #DuetPuisi (spasi) Judul (spasi) Link (spasi) untuk @pasanganmu (spasi) cc: @DuetPuisi.
  8. Atau untuk puisioner laki-laki: #DuetPuisi (spasi) Judul (spasi) Link (spasi) untuk @pasanganmu (spasi) cc: @penakecil @DuetPuisi.
  9. Untuk puisioner perempuan: #DuetPuisi (spasi) Judul (spasi) Link (spasi) untuk @pasanganmu (spasi) cc: @_geniuss @DuetPuisi.

Contoh:
#DuetPuisi “Yang Kuingat Dari Masa Lalu” http://puisioner-amatir.blogspot.com/2013/07/yang-kuingat-dari-masa-lalu.html untuk @_geniuss cc: @penakecil @DuetPuisi.

Permainan ini akan dimulai pada tanggal 07-14 November 2014. Puisimu ditunggu sampai jam 5 sore setiap harinya.  Akan  ada hadiah bagi puisi yang menarik dan beruntung pastinya.

Selamat berpuisi...
Salam,


L&B

Senin, 29 Juli 2013

Proyek Buku Antologi #DuetPuisi

Menindaklanjuti keinginan untuk menghimpun puisi dalam sebuah buku antologi, setelah berdiskusi dengan beberapa sahabat, maka kami akan melanjutkan proyek tersebut. Undangan terbuka bagi teman-teman peserta yang ingin mengaspirasikan pendapatnya untuk konsep buku, dapat memaparkannya kepada kami melalui email duetpuisi@gmail.com dengan subjek "Antologi #DuetPuisi".

Informasi bagi para peserta agar mengirimkan puisinya dengan susunan yang sistematis, digabung bagi setiap pasangan dalam satu file ms.word dan dikirim melalui e-mail duet puisi dengan subjek "DuetPuisi.word", juga menyertakan data diri dan pasangan yang berisi:
Nama lengkap:
Nomor handphone:
Url blog:
Akun twitter:

Deadline: 15 Agustus 2013.

Konsep dari para moderator sendiri di antaranya menghimpun puisi-puisi kalian yang akan dibagi ke dalam beberapa bab dengan masing-masing bab memiliki tema yang berbeda. Selain itu juga kami mengharapkan agar adanya ilustrasi gambar sebagai interpretasi beberapa puisi dari teman-teman peserta. Juga, kami ingin membuat semacam mini album musikalisasi beberapa puisi milik peserta.

Maka dari itu, jika ada teman-teman yang bisa menggambar atau bermusik, dapat menghubungi kami untuk bergabung dalam proyek ini.

Kontak:

e-mail: duetpuisi@gmail.com
twitter: @duetpuisi

Moderator:

Galih Hidayatullah (@mas_aih)
galih.hd@gmail.com

Latifa Sahril (@penakecil)
penakecil@about.me
081219859314 (WhatsApp)

Siapa pun yang berminat bergabung dengan proyek ini, bagi yang ingin menginterpretasikan puisi ke dalam sebuah ilustrasi, kami akan mengirimkan sampel puisi yang akan dimuat dalam buku, pun bagi yang berminat untuk membuat musikalisasinya. Hubungi kami melalui kontak di atas. Atas kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.

Daftar Pemenang #DuetPuisi

Setelah melalui proses seleksi yang lumayan panjang, dengan mempertimbangkan beberapa hal, akhirnya kami umumkan para pemenang lomba #DuetPuisi 2013 ini, antara lain:
  1. Pasangan @pratiwihputri dan @JvTino, atas chemistry yang amat terlihat natural juga produktivitasnya dalam berduet puisi selama event berlangsung.
  2. Pasangan @sedimensenja dan @_bianglala yang puisi-puisinya menjadi favorit banyak teman-teman pembaca.
  3. Pasangan @dudupan_ dan @chitajelitass yang puisinya untuk benar-benar mewakili perasaan mereka. Semoga cepat jadian!
  4. Pasangan @PerempuanButa dan @angghieandria dengan puisi yang begitu bagus, anti-mainstream. Di saat semua menulis tentang cinta, mereka begitu peka dengan keadaan sosial di sekitarnya.
  5. @poetrazaman dalam kategori #PuisiuntukChairil yang diadakan dalam rangka mengenang Chairil di mana bertepatan dengan hari lahir bapak puisi Indonesia tersebut.
Penilaian juga kami lakukan berdasarkan ketepatan waktu mengirimkan link puisi setiap harinya kepada para moderator, menaati peraturan yang ada dengan baik, dan usaha dalam mengikuti perlombaan ini.

Kepada para pemenang diharapkan mengirimkan nama lengkap, alamat rumah dan nomor telepon yang dapat dihubungi untuk pengiriman hadiah melalui email duetpuisi@gmail.com. Paket buku akan dikirim ke salah satu orang dari setiap pasangan pemenang, jadi pembagian bukunya kami serahkan seluas-luasnya kepada pasangan pemenang. Begitu pun untuk pemenang kategori #PuisiuntukChairil, juga melakukan hal yang sama.

Bagi yang belum beruntung jangan berkecil hati, sebagai bentuk apresiasi kami terhadap usaha kalian, kami berencana menerbitkan buku antologi yang bermuatan puisi-puisi kalian selama event ini berlangsung. Untuk hal ini akan kami paparkan pada postingan selanjutnya.

Sekian, terima kasih atas partisipasi seluruh peserta. Tetaplah berkarya, buat sendiri sejarah kita melaluinya.

Jumat, 19 Juli 2013

#DuetPuisi @ama_achmad dan @commaditya

@ama_achmad

dadamu adalah kota dengan langit paling biru. langit yang menaungiku dari segala cemas, takut dan sakit.

di sana, di sudut kirinya, kita membangun sebuah rumah. empat tiangnya yang kokoh adalah janji-janji yang diabadikan musim. Di dalamnya matahari terbit tanpa tahu terbenam.

di satu bagian ruang tamu, menghadap ke pintu, sebuah jam dinding kau letakkan bersisian dengan lukisan sebuah taman. jam dinding itu, tepat berhenti di pukul lima lewat lima pagi.

"aku menahan waktu, menahan detaknya agar segala yang bernama kebahagiaan tak berlari menjauhi kita" katamu di satu subuh ketika kita sibuk melekatkan degub.

sampai tiba satu masa, segala hal menjadi tak ada. langit di atas kepalaku terbakar. jarum-jarum jam dinding itu bergerak secepat entah. dan lukisan sebuah taman itu, berubah menjadi pemakaman.

segalanya menjadi tak ada.

jelaskan padaku, Aditya, mengapa matahari yang seharusnya tak pernah benam itu kini mati, dan segala yang bernama kebahagiaan itu hanyalah dongeng pengantar tidur yang basi?

"beginilah rupa duka itu, puan" katamu.



Seperti Ini Aku Mengembalikan Kita
@commaditya

:amalia
Kadang kita diperkenalkan duka, Amalia; agar kita bisa memaknai bahagia.
Maka ikutlah denganku berjalan sejenak, menyusuri kota kecil yang dulu kita bangun di dalam dada sebelah kiri.
Pertama, mari menelusuri kembali reruntuhan yang terlalap api. Retakan-retakan menggunung yang dulu pernah utuh. Sisa-sisa gedung yang tadinya penuh. Lintasi gang-gang kecil yang patah, tempat sepasang cinta melempar-lempar gema.Dengar baik-baik, mereka masih memantulinya. Meski sayup-sayup berjuang mengisi ruang. Terbang di udara sebagai rintih-rintih sekarat dengan sayap-sayapnya yang rapuh.
Kedua, mari lihat bagaimana langit hitam kini. Bagaimana biru tempat kita biasa menggambar pelangi dulu, kini jadi lembar hitam serupa abu yang ditolak api. Kosong? Mari mengisinya kembali. Namun biarkan aku memandang matamu sejenak, aku ingin mencontek dunia kecil di dalamnya. Karena matamu adalah cetak biru tata surya, yang dititipkan ayah jikalau dunia runtuh, namun kita masih berpegangan; saling menyelamatkan.
Terakhir, ikutlah aku kembali ke dalam rumah kecil kita. Lihatlah di balik reruntuhan temboknya masih terpancang tiang-tiang; (lihatlah) janji-janji itu belum tumbang. Jam dinding yang kehilangan jarumnya, serta lukisan taman yang tanpa matahari biarlah jadi bekas luka yang mengingatkan kita, bagaimana kiamat pernah singgah.
“Cinta, itulah bumi bagi kita, Aditya. Tempat segala tumbuh dan hidup. Digenapi takdir, disepakati langit,” katamu, yang masih aku peluk hingga kini di dalam ingatan. Marilah membangun kembali segalanya, hingga kita dapatkan kembali sejuknya berpeluk kata-kata. Hingga waktu jadi beku pada puisi-puisi dan kopi bisu pukul lima pagi.


dps2013
kopikultur dan kamar tidur

#DuetPuisi @WangiMS dan @momo_DM

– @WangiMS

Aku duduk termangu di ruang tunggu,
Dengan segala pikiran menujumu
Lalu, aku berhitung, dan berhenti di angka tujuh
Kamu masih saja berlalu lalang di kepalaku
Masa laluku denganmu sudah kubuang ke tempat sampah di pojokan situ
Yang kuamati dari tempat dudukku di ruang tunggu
Aku memutuskan untuk berdiri, berlalu
Meninggalkan kamu, sekantung masa lalu, dan tempat sampah di ruang tunggu




– @momo_DM

Di ruang tunggu, kau kembali mengingatku, sebagai luka di masa lalu, sebagai tangis pengisi lorong waktu.
Di ruang tunggu, kau mengais sisa kenangan lalu, memeluk asa hendak berlalu, diam-diam merindukanku sebagai candu.
Di ruang tunggu, anak-anak kecil berlarian ke sana kemari.
Hei! Tunggu! Bukankah itu anak-anak rindu kita?
Tak kau lihatkah mereka berlarian hendak menemukan titik temu?
Kasih…
Lihatlah! Bahkan setelah kaulempar aku tempat sampah, apakah aku langsung musnah?
Tidak!
Sebab sejatinya ingatan adalah tempat persembunyian kenangan paling aman, dan kenangan adalah penyimpan ingatan paling nyaman.
Sementara anak-anak rindu terus berlarian di ruang tunggu, di ingatanmu, tentangku akan terus beranak pinak di kedalaman kenanganmu.
Kemarilah sebentar saja! Akan kuberikan sepotong senja untuk mengganjal ingatanmu yang hendak melupa. Atau kamu mau aku memberikanmu segelas kopi untuk menidurkan ingatanmu tentangku? Rasanya tidak. Sebab apa pun tentangku adalah apa yang kau ingat selalu.
Kini, ruang tunggu sudah terbuka. Kita pun memilih pintu masuk pesawat yang berbeda. Kau ke kotamu, aku ke kotaku. Sementara ruang tunggu tetaplah akan bisu. Serupa rindu yang masih diam-diam memintal harapan dalam labirin ingatan.
Bagimu aku, bagiku kamu. Kita adalah sama. Sama-sama berusaha melupakan sesuatu yang tetap diingat.
Mataram, 19 Juli 2013
~ mo ~
Ditulis dalam @DuetPuisi untuk @WangiMS.

#DuetPuisi @uwowh dan @bukanadelia

– @uwowh

Sejajarkan tubuhmu rebahkan sudah
Pada ranjang lelap mimpikan indah
Anggun matamu seketika terpejam
Kala tidurmu mendekap malam

Damailah damai, Andromeda
Tanggalkan gelisah berenda
Sejenak agungkan syahdu
Biar luruh gemuruh rindu


Damailah damai, Jelita
Simpan baik dalam sukma
Tentang hasrat inginkan sua
Perihal hati senantiasakan damba

Bertahanlah

Andaikan masih ada resah
Eratkan kembali rapat dekapmu
Hingga sirna segala gelisah
Semoga tentram kekal menyertaimu

Sekali lagi bertahanlah
Sekalipun lelah kadang tak mau kalah

Berbesar sabarlah, perlahan hapus semua duka membiru
Yakinlah bahwa, hari bahagia masih mampu kita buru

Biarlah kini, kita mengecoh diri
Beserta ramah cinta yang kita miliki
Usahlah ragu hiraukan rindu yang menari
Biar lupa duka cita selama ini

Biarlah kini, kita menipu jiwa
Beserta hangat cinta yang kita punya
Usahlah ragu acuhi rindu yang jumawa
Biar lupa derita sukma sementara


"Santai sajalah. Entah esok hari atau lusa, pasti akan tiba suatu jumpa, mempertemukan kita untuk kembali bersama."



– @bukanadelia

Bukan kopi yang membuatku bertahan atas dinginnya waktu yang merajam rindu, tapi kamu.
Sepekat malam aku merindukanmu
Setiup lalu angin menggemuruh kalbu
Titipkan namamu

Sungguh pabila satu bintang hilang saat aku tak kuat menahan rindu yang meradang
Maka langit tak akan pernah berteman kerlip

Ku aduk lagi kopi
Kubiarkan anganmu menggenangi
Mungkin rindu memang seperti ini
Pedih namun tak pernah bisa berhenti

Aku menengadah
Semoga kamu selalu menemukan arah
Bagi setiap masalah yang datang tanpa jengah
Percayalah
Meski kamu berada nun jauh di entah
Degupku selalu mendoakanmu di setiap langkah

Mendoakanmu, sesesap kopi pekat malam ini kuhabiskan.